Arum Jeram Pringgasela

Arum Jeram Pringgasela. Tak ada bedanya hari kerja dengan hari libur bagi Tim Jelajah Desa, buktinya hari Sabtu 28 Januari ini tetap hadir ke Desa untuk menebar asa yang kali ini berkunjung ke Desa Pringgasela Kec. Pringgasela Lombok Timur. Sebuah potensi jika dikelola dengan baik dari hulu sampai hilir, dari kemasan sampai pelayanan, dari promosi sampai produksi pasti akan menghadirkan kebermanfaatan bagi banyak pihak. Begitu juga dengan Desa Pringgasela yang menyajikan wisata arung jeram (river tubing). Arung jeram mencrit punya potensi baik tapi perlu dikelola maksimal dengan menambah spot dan penataan lintasan. Namun meski apa adanya tapi mencrit asyik.

Arum Jeram Pringgasela

Arum Jeram Pringgasela arum jeram pringgasela Arum Jeram Pringgasela Arum Jeram Pringgasela 2Tim jelajah sampai di lokasi pinggir kali mencrit sekitar jam 2. Bersama pendamping profesional desa yang setia menemani kami, ngobrol, diskusi dan berbanyol sesekali, serta negosiasi dengan pengelola arung jeram, akhirnya sekitar jam 4 tim mulai mengangkangi kali tanda start dimulai setelah semuanya dilengkapi dan dibekali perlengkapan keamanan. Satu demi satu mulai menjajal jeram dan ketika salah seorang anggota bergerak turuni jeram, eh ke balik berlipat lipat kepala jadi kaki perut jadi punggung dan ban yang ditungganginya tunggang langgang meninggalkannya. Melihat adegan itu kami langsung bergurau, Pak War tidak perlu pakai ban karena badannya sudah seperti ban (maaf) dan yang dipinggir kali semua pecah ketawanya. Giliran anggota yang satunya, yang ini cewek, begitu terjun di jeram pertama langsung menjerit dan nyaris meringis tapi ternyata sampai finish.

Arum Jeram Pringgasela arum jeram pringgasela Arum Jeram Pringgasela Arum Jeram Pringgasela 3Awalnya kami khawatir jika kegiatan susur sungai ini berbahaya untuk anak-anak usia SD. Tetapi pengelola arung jeram ini meyakinkan kami jika kegiatan ini tidak berbahaya. Memang sepertinya tidak berbahaya, selain semua peserta dilengkapi dengan helm, pengaman lutut dan siku, serta pelampung, kali yang digunakan untuk arung jeram rata-rata tidak ada yang dalam. Rata-rata kedalaman sungai paling dalam sampai dada anak-anak SD usia 8 tahun. Namun sensasi beberapa jeram cukup membuat para peserta menjerit histeris. Dengan durasi perjalanan sekitar 1,5 jam menempuh sekitar 2 km jalur sungai kegiatan ini cukup mendebarkan. Mendebarkan bukan karena berbahaya saja tetapi juga karena indah dan eksotisnya pemandangan yang disuguhkan.

Arum Jeram Pringgasela

Arum Jeram Pringgasela arum jeram pringgasela Arum Jeram Pringgasela Arum Jeram Pringgasela 4Pada awal perjalanan kami menghadapi tebing-tebing pendek di aliran sungai yang tidak berbahaya dilanjutkan dengan pemandangan persawahan yang tiba-tiba berubah tertutup tebing-tebing yang exotic. Antara seram dan indah. Tebing-tebing dengan ketinggian mencapai hampir 6 meter menyelimuti perjalanan. Bahkan setelah 1 km pertama kami disuguhkan pada aliran sempit terhimpit tebing dengan jarak antar tebing 1.5 m atau seukuran ban. Bahkan yang lebih ekstrem lagi kami melewati lorong sempit sekitar 5 menit tanpa cahaya sama sekali, karena senter panitia tidak berhasil nyala, entah sengaja atau tidak.

Arum Jeram Pringgasela arum jeram pringgasela Arum Jeram Pringgasela Arum Jeram Pringgasela 6Tapi dengan crew yang sigap dan sabar kami merasakan bahwa selama perjalanan aman dan terkendali, ditambah lagi saat istirahat di tengah perjalanan kami disuguhkan kopi/teh hangat dan pisang goreng yang begitu nikmat. Terima kasih untuk pengelola arung jeram Pringgasela, saya berharap dapat kembali untuk mengambil gambar tebing-tebing dan gua-gua yang eksotis. Arum Jeram Pringgasela

Content Source: http://bpmpd.ntbprov.go.id/index.php/2017/02/09/jelajah-desa-menebar-asa-episode-arung-jeram-mencrit-asyik-meski-sedikit-menjerit/